Minggu, 03 Juli 2011

Solider Tak Berarti Menghalalkan Segala Cara

Persahabatan adalah sesuatu yang sangat penting di dalam kehidupan ini. Karena tanpa adanya dukungan sahabat, terkadang kita tak akan mampu untuk melakukan sesuatu. Sahabat mampu membawa nilai-nilai positif disertai sinergi kebaikan dalam setiap geraknya. Sahabat mampu menumbuhkan rasa cinta kita kepada Allah Swt. Persahabatan seperti itulah yang diajarkan di dalam islam.
Persahabatan dalam Islam diikat oleh tali keimanan dan kasih sayang. Iman selalu bersemayam di hati dan bukan hanya terletak di alam pikiran. Iman berbeda dengan sebatas pemahaman. Jika iman berada di hati maka pemahaman dan kesepakatan atau komitmen selalu berada di alam pikiran. Suara hati agaknya memang berbeda dengan suara akal. Suara hati selalu didasari oleh nilai-nilai luhur kasih sayang, sedangkan kesepakatan dan komitmen didasari oleh kepentingan-kepentingan.
Di dalam menjalani persahabatan, kita tak akan lepas dari sesuatu yang bernama solidaritas. Saya mengartikan kata tersebut menjadi 'solid' yang berarti kuat, kokoh, dan '-er' yang berarti lebih atau sebuah ikatan yang lebih kuat dan kokoh. Maksud dari kata lebih disini adalah melampaui dari sekedar biasanya, namun tetap dalam kaidah islam. Perhatikan dalil berikut ini:
“Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh, serta saling nasihat-menasihati dalam kebenaran dan nasihat-menasihati dalam kesabaran” (QS. Al-'Ashr: 3)
Jelas disini seorang muslim dituntut untuk selalu menjaga sahabatnya di dalam kebenaran dan kesabaran. Namun, yang terjadi adalah solidaritas digunakan sebagai kata “ampuh” untuk seseorang meracuni pikiran sahabtany, misal menagajak merokok, memakai narkoba, free sex, dsb. Sekarang perhatikan dalil berikut:
“...Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran...” (QS. Al-Maidah: 2)
disini jelas bahwa Allah melarang kita untuk saling menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Maka dari itulah, kita harus berhati-hati dalam memilih sahabat, karena seorang sahabat bisa menjadi penerang bagi kita di jalan-Nya, namun juga bisa menjadi pemaling wajah kita dari ajaran islam yang lurus dan indah.
Allahu'alam...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar